Mopohabaru atau Mohabaru Dalam Perspektif Etimologi, Terminologi dan Histori

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ridwan Lasamano

DIUSIA saya yang baru 40 tahun ini, rasa-rasanya saya belum banyak melihat, mendengar apalagi melakukan hal dalam aspek warisan kebudayaan sebuah daerah.

Kenapa tulisan ini saya mulai dengan narasi di atas, karena pada aspek warisan kebudayaan, pelaku budaya yang terkadang akan menempatkan usia sebagai faktor untuk melegitimasi fikiran dan pendapat.

Baiklah, saya ulas;

Ada sebuah warisan kebudayaan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) salah satu diantara banyak warisan kebudayaan daerah ini, yang kemudian secara resmi disebut Mopohabaru.

Secara terminologi (istiah), Mopohabaru adalah sebuah prosesi adat (bagian dari budaya) yang dilaksanakan oleh para pemangku adat di desa, menjelang tanggal 1 ramadhan dan menjelang 1 syawal (hijriyah).

Di zaman dulu, prosesi adat Mohabaru (bukan mopohabaru) Sangadi (kepala desa) mengutus dua tokoh, satu tokoh adat (kuadato) dan satu tokoh agama (kusyara), mereka berdua ini merupakan representasi dari pertautan asimilasi agama dan budaya di tanah Kaidipang dan Bolangitang (Kaidipang Besar), mereka berdua diutus menghadap Camat (Ombu Ulea).

Dalam mengutus kedua tokoh ini, dimusyawarahkan di hadapan forum jamaah Jumat, biasanya pada usai sholat jumat seminggu jelang 1 Ramadhan dan 1 Syawal.

Sehingga bahasa adat pengutusan pada dua unsur ini ketika berada dihadapan Ombu Ulea (Camat), “Nei dopato ko tambato kei Ombu Ulea ina, ai digu-digu aneka pinopodiguna no kusyara gu kuaadato kodualomia kambungo, kosayuo monogu noota kiombuo ko dualomia kambungo ki doni Sangadi”.

Artinya, “Kami yang telah datang ke tempat ini, (Camat), membawa amanat dari unsur Syara dan Adat, dihadapan Sangadi yang dipertuan dalam kampung”, begitu ungkapan pembuka pemangku adat, dihadapan Sangadi.

Pada bagian pengungkapan selanjutnya adalah, kedatangan ini memohon informasi kabar (habaru), tentang waktu pelaksanaan awal puasa 1 ramadhan. Untuk selanjutnya informasi waktu ini dibawa kembali sebagai amanat untuk disampaikan ke jamaah di desa.

Mencermati runutan ritual adat ini, dan sedikit hal yang pernah diceritakan para pendahulu, dapat disimpulkan, prosesi ini merupakan inisiatif desa (mohabaru), bukan perintah dari atas (mopohabaru).

Saya akan coba memaparkan secara etimologi (cabang linguistik tentang kata) dua kata ini, Mopohabaru dan Mohabaru memiliki makna yang berbeda, jika yang dituliskan ini ini kurang sesuai, maka saya siap untuk dikritik ataupun mendiskusikan ini (tak ada kebenaran mutlak).

Dan satu lagi, saya bukan ahli bahasa yang kemudian mencoba mengurai ini, mohon diluruskan.

Mopohabaru dan Mohabaru itu berasal dari kata dasar “Habaru”, mungkin ini kata serapan dari bahasa Arab, Khabar. Habaru kemudian menjadi fonetik (bunyi kata) Kaidipang dan Bolangitang.

Saya coba meminjam tata bahasa Indonesia untuk mengurai ini :

1. Mopohabaru, Habaru sebagai kata dasar, diberi imbuhan Mo (prefiks/awalan) Po (sisipan/infiks), menjadi kata kerja Mopohabaru, maknanya Memberi Kabar

2. Mohabaru, sama halnya di atas, Habaru sebagai kata dasar, diberi imbuhan Mo (prefiks/awalan) tanpa sisipan (infiks), menjadi kata Kerja Mohabaru, maknanya Meminta Kabar.

Jika yang saya uraikan ini dicocokkan (bukan cocoklogi) dengan prosesi yang dalam sejarah awalnya merupakan inisiatif dari desa, maka yang pas adalah Mohabaru (meminta kabar) bukan Mopohabaru (memberi kabar).

Artinya, utusan dari desa, menghadap Ulea, untuk meminta kabar, bukan memberi kabar.

Coba kita tanyakan saja pada para tetua adat, istilah yang sejak dulu digunakan itu apakah Mopohabaru ataukah Mohabaru, karena dalam aspek usia, saya belum berani menuliskan pengalaman tentang ini.

Mungkin, disebagian kita, ini hal sepele dan tidak penting, namun menurut saya ini penting, karena ini akan diwariskan pada generasi selanjutnya, maka tak boleh asal-asal.

Mohon maaf jika saya keliru dalam uraian ini.

*Penulis adalah Wartawan Jenjang Muda pada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten. Bolmut.

Toto Story adalah situs terbaik bagi pencari togel online dengan layanan profesional dan keamanan tingkat tinggi.

Sebagai bandar togel terpercaya, Toto Story menawarkan berbagai pasaran togel resmi dengan pembayaran cepat dan fair play.

Bagi pemain yang ingin meningkatkan peluang menang, rumus togel yang tersedia di Totostory dapat membantu menghitung angka jitu secara akurat. Selain itu, prediksi togel dari para ahli memberikan analisis mendalam tentang pola keluaran angka.

Tidak hanya itu, memahami arti mimpi juga bisa menjadi strategi dalam memilih angka taruhan. Lebih dari itu, buku mimpi di Totostory memberikan referensi lengkap mengenai tafsir mimpi dan angka yang berhubungan.

Para pemain juga bisa mengecek keluaran angka togel sebelumnya untuk menganalisis pola yang sering muncul. Dengan kombinasi strategi yang tepat, informasi akurat, dan layanan terpercaya, Totostory tetap menjadi pilihan utama bagi penggemar togel online yang mencari pengalaman bermain aman dan menguntungkan.

Berita Terkait

DPRD Bolmut Tetapkan Sirajudin-Aditya Bupati dan Wabup Terpilih di Pilkada 2024
Hukum Nikah Siri dalam Islam, Sah atau Tidak?
Menang Pilkada, Saipul Mbuinga Kembali Pimpin Pohuato di Periode Kedua
KPU Kota Gorontalo Siap Wujudkan Pilkada 2024 yang Sejuk
Tiga Partai Bakal Kehabisan Waktu Cari Koalisi

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:39 WITA

Mopohabaru atau Mohabaru Dalam Perspektif Etimologi, Terminologi dan Histori

Kamis, 16 Januari 2025 - 18:35 WITA

DPRD Bolmut Tetapkan Sirajudin-Aditya Bupati dan Wabup Terpilih di Pilkada 2024

Minggu, 29 Desember 2024 - 19:03 WITA

Hukum Nikah Siri dalam Islam, Sah atau Tidak?

Jumat, 6 Desember 2024 - 21:34 WITA

Menang Pilkada, Saipul Mbuinga Kembali Pimpin Pohuato di Periode Kedua

Selasa, 26 November 2024 - 16:55 WITA

KPU Kota Gorontalo Siap Wujudkan Pilkada 2024 yang Sejuk

Berita Terbaru

Pengukuhan jajaran pengurus PWI Pusat di Solo (04/10/2025).

Nasional

Berikut Daftar Lengkap Pengurus PWI Pusat periode 2025-2030

Sabtu, 4 Okt 2025 - 20:35 WITA