PUBLIKANews.ID, BOROKO – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., Senin (08/06/2026) melakukan pertemuan dan diskusi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si.
Pertemuan tersebut fokus membahas penguatan kapasitas fiskal daerah, strategi penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas belanja daerah, serta berbagai isu nasional dan daerah yang membutuhkan sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam diskusi itu, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan Negara dan Daerah benar-benar hadir di tengah-tengah 227 juta jiwa penduduk miskin Indonesia.
Ia menyoroti tragedi kematian siswa SD di NTT yang tidak mampu membeli buku tulis dan pena yang dianggap sebagai produk kemiskinan struktural yang dosanya pun sampai ke kita jika pemerintah tidak mengambil sikap atas tragedi ini. Pernyataan tersebut merupakan perintah dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain kemiskinan, pertemuan juga menyinggung persoalan nasional lain seperti musibah di Aceh dan Sumatera Barat, serta dampak perang Iran-Israel yang sangat dirasakan masyarakat.
Sekjen Kemendagri mengharapkan adaptasi kebijakan konkret dari Pemerintah Daerah untuk merespons dinamika tersebut. “Tugas kita adalah memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Bupati Sirajudin Lasena yang didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Abdul Nazarudin Maloho, Inspetur Daerah Khristanto Nani, dan Kadis Pertanian dan Peternakan Boltara, pun menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan Pemkab Boltara siap menyelaraskan program daerah dengan prioritas nasional, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan memastikan kehadiran negara di setiap lapisan masyarakat.(Adv/Satrin)










