PUBLIKANews.ID, BOROKO – Sekretaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow Utara dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, (06/04) melakukan Inspeksi Mendadak (Didak) ke RSUD Boltara.
Sidak ini dalam rangka untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal meski ditengah gonjang-ganjing bahwa pelayanan RSUD dikeluhkan keluarga pasien terkait fasilitas yang kurang baik.
Dalam sidak tersebut, Sekda didampingi oleh sejumlah awak media dan perwakilan LSM untuk meninjau langsung kondisi fasilitas dan pelayanan rumah sakit, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (UGD) hingga ruang rawat inap.

Fokus utama peninjauan adalah pada fasilitas penerangan yang sebelumnya menjadi sorotan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kondisi RSUD tidak seperti isue yang dihembuskan. Seluruh layanan berjalan normal, dan tidak ditemukan kondisi gelap gulita”sebagaimana yang diinformasikan sebelumnya,” kata Sekda.
Sementara pihak RSUD juga menjelaskan bahwa memang sempat terjadi gangguan teknis beberapa hari sebelumnya, berupa satu lampu sorot yang tidak berfungsi serta satu unit MCB di lantai tiga yang mengalami korsleting akibat terkena air hujan.
Namun, permasalahan tersebut telah ditangani dan diperbaiki oleh teknisi keesokan harinya. Keterlambatan penanganan pada hari Sabtu disebabkan keterbatasan ketersediaan alat di wilayah setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan pasien untuk memastikan kualitas pelayanan. Dari hasil wawancara singkat, pasien menyatakan tidak mengalami kendala berarti dan merasa pelayanan yang diberikan sudah berjalan dengan baik.
Terkait ketersediaan air bersih, saat ini Dinas PUPR telah mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang baru. Meski demikian, air yang tersedia masih memerlukan proses pengolahan lanjutan menggunakan kaporit guna meningkatkan kualitasnya.
Sekda juga menekankan pentingnya kesiapan dan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien, harus dilakukan dengan penuh profesionalitas, kesabaran, dan dedikasi, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan fasilitas.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Tenaga kesehatan dituntut untuk tetap sigap, profesional, dan mengedepankan empati dalam setiap kondisi,” tegasnya.
Menanggapi isue yang berkembang sebelumnya, Sekda menilai bahwa informasi tersebut cenderung tidak proporsional dan berpotensi menyesatkan opini publik. Ia menyayangkan narasi yang menggambarkan kondisi rumah sakit secara berlebihan, sehingga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Meski demikian, pihak RSUD Boltara tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan konstruktif sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan. Terhadap informasi yang dinilai tidak benar dan merugikan, pihak rumah sakit menyatakan akan mempertimbangkan langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(satrin)









